INSTINGJURNALIS.COM – Aparat kepolisian tengah menyelidiki kematian misterius seorang wanita berinisial ML (28), yang ditemukan tergantung di kamar mandi indekosnya di Jalan Bonto Ramba, Kecamatan Tamalanrea, Makassar. Penemuan jasad korban dilaporkan pada Rabu sore, sekitar pukul 16.00 WITA.
Korban pertama kali ditemukan oleh seorang teman yang hendak mengecek barang miliknya di kamar korban. Setelah mendapati pintu kamar terkunci dari dalam dan tidak ada respons, teman korban memanggil pemilik indekos untuk membantu membuka pintu.
Karena kunci cadangan tidak berhasil membuka pintu, mereka terpaksa masuk melalui jendela. Di dalam kamar mandi, korban ditemukan dalam kondisi tergantung menggunakan tali rafia.
Kapolsek Tamalanrea, Kompol Muhammad Yusuf, menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil visum dari tim Dokpol untuk memastikan penyebab kematian korban.
"Yang jelasnya ditemukan tergantung saja di kamar mandi. Untuk sementara ini tidak ada tanda-tanda kekerasan dari hasil penyelidikan awal, tetapi kami menunggu hasil visum untuk memastikan," ujar Yusuf.
Tim inafis telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dan jasad korban telah dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk proses otopsi lebih lanjut. Beberapa barang bukti, seperti ponsel, pakaian, dan tali rafia, telah diamankan untuk mendukung penyelidikan.
Menurut pemilik indekos, korban tinggal sendiri di kamar tersebut. Sebelum kejadian, korban sempat berkomunikasi dengan keluarganya di gereja pada Minggu. Namun, siapa yang terakhir bertemu korban sebelum kejadian masih dalam proses pendalaman.
Saksi yang menemukan korban, seorang pria bernama Musridi, diketahui merupakan keluarga korban. Ia sempat mencoba menghubungi korban melalui ponsel sejak pukul 07.00 WITA, tetapi tidak mendapat respons. Kecurigaannya mendorongnya untuk mendatangi indekos korban, yang kemudian berujung pada penemuan jasad korban.
Meski tidak ditemukan kerusakan pada pintu atau jendela kamar, sejumlah kejanggalan masih menjadi perhatian, termasuk adanya tanda kebiru-biruan di tangan dan kaki korban. "Kami masih mendalami informasi ini, termasuk status hubungan saksi dengan korban," tambah Yusuf. (*)
Editor : INSTING JURNALIS
- SIMAK BERITA & ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
- BERLANGGANAN DI CHANNEL WHATSAPP
Komentar0